Episode 8 - Air Mata Seorang Ibu yang Terlambat
๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณChinese ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ชDE ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡งEnglish ๐Ÿ‡ซ๐Ÿ‡ทFR ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉIndonesian ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡นItaliano ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ทKorean ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พMelayu ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ทPortuguese ๐Ÿ‡ท๐Ÿ‡บRussian ๐Ÿณ๏ธSimplified Chinese ๐Ÿ‡ช๐Ÿ‡ธSpanish ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ญTH ๐Ÿ‡ป๐Ÿ‡ณTiแบฟng Viแป‡t ๐Ÿณ๏ธTraditional Chinese ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ทTรผrkรงe ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฆุงู„ุนุฑุจูŠุฉ ๐Ÿ‡ฏ๐Ÿ‡ตๆ—ฅๆœฌ่ชž
cdramaverse

Air Mata Seorang Ibu yang Terlambat Episode 8

Click below to load and watch this episode

Air Mata Seorang Ibu yang Terlambat

Air Mata Seorang Ibu yang Terlambat

Chapters: 56

Play Count: 0

Wati Susiana, seorang nenek yang hanya menyayangi anak laki-laki dan kecanduan bermain mahjong. Pada hari ulang tahun pernikahan anak dan menantunya, ia meninggalkan cucu perempuannya, Kiana, sendirian di dapur demi bisa terus bermain mahjong. Kiana yang ketakutan mencoba menghubungi ibunya, Renata Audrey, melalui smartwatch. Saat video call berlangsung, Renata Audrey menyadari ada yang tidak beres, namun panggilan tiba-tiba terputus karena baterai smartwatch Kiana habis. Renata Audrey berulang kali menelepon mertuanya, Wati Susiana, namun suara gemerincing ubin mahjong menenggelamkan dering telepon. Dalam kepanikan, ia menghubungi suaminya, Evan Tanuwi, yang saat itu sedang asik berkencan dengan cinta pertamanya. Evan Tanuwi bersikap dingin dan acuh, malah menuduh istrinya berlebihan dan menolak mendengarkan. Saat Renata Audrey akhirnya berhasil menemukan Kiana, semuanya sudah terlambat โ€” sang anak kecil telah meninggal akibat keracunan gas yang terlalu lama terpapar di dapur tertutup. Evan Tanuwi tetap bersikeras tak percaya, hingga ia berdiri di depan foto terakhir Kiana yang tersenyum di dalam bingkai hitam di rumah duka. Di sanalah ia dipaksa menghadapi tragedi yang terjadi karena kelalaian, ketaatan buta pada orang tua, dan egoisme yang mematikan.

Loading Related Dramas...